Month: August 2016

 

Raport

Raport yang diterima oleh siswa Homeschooling Primagama (HSPG) telah mendapat izin dan pengakuan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Perizinan Lembaga Non formal sesuai izin no. 057-058/GK/2015/3327-3329/31 sesuai dengan jenjang yang ditempuh oleh setiap siswa, dan bukan dibawah lembaga penyelenggara pendidikan lainnya.

 

Ijazah

Ijazah untuk siswa Homeschooling Primagama (HSPG) ada 3 macam, tergantung pilihan dan kemampuan siswa, yaitu :

 

  1. Ijazah Nonformal, dengan mekanisme Ujian Nasional Kesetaraan (UNPK)
  2. Ijazah Formal, dengan mekanisme Ujian Akhir Nasional (UN)*
  3. Ijazah Internasional dalam Cambridge International Examination (CIE)

 

Siswa Homeschooling Primagama bisa memilih salah satu dari sistem tersebut.

Hal ini memungkinkan dilaksanakan karena Homeschooling Primagama  memiliki beberapa Sekolah Payung (Umbrella School) yang bisa menaungi mereka di pendidikan formal, dan juga bekerjasama dengan Center of Cambridge yang memungkinkan siswa ujian dalam standard International.

Ijazah formal dengan mekanisme Ujian Nasional (UN) disesuaikan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di Sekolah formal asal atau Sekolah formal yang dituju.

 

Ijazah Internasional

Untuk Program Internasional, siswa bisa mengikuti sertifikasi dalam Cambridge International Examination yang terdiri dari level :

 

  • Primary Level: 5th – 13th
  • International Certificate of Secondary Education (IGCSE), General Certificate of Education Ordinary Level (GCE O Level): 14th – 16th
  • General Certificate of Education Advanced Subsidiary and Advanced Level (GCE AS & A Level): 16th – 19th

 

Cambridge International Examination adalah sebuah sertifikasi bertaraf Internasional yang dikeluarkan oleh University of Cambridge Inggris. Dimana sebagian Universitas-Universitas besar di dunia menerima hasil dari ujian AS Level dan A Level sebagai prasyarat untuk masuk ke Universitas-Universitas tersebut.

Bahkan beberapa Universitas menerima nilai tinggi pada ujuan AS Level maupun A Level sebagai kredit satu tahun penuh mata pelajaran yang sama yang seharusnya diambil di Universitas tersebut.

Untuk diketahui, Cambridge International Examination ini boleh diikuti para pelajar dari manapun di seluruh dunia, sehingga sangat terbuka untuk para siswa dari semua tingkatan sekolah baik SMP, SMA, SMK, maupun dari sekolah berkurikulum Internasional yang tidak mengikuti ujian Internasional di sekolahnya.

 

Kurikulum Homeschooling Primagama 

Kurikulum Homeschooling Primagama terbagi dalam 4 (Empat) cara / sistem belajar yang terdiri dari Private Homeschooling, Kelas Komunitas, Distance Learning, dan Belajar Mandiri.

 

Private Homeschooling

Metode belajar private homeschooling adalah cara belajar di HSPG (Homeschooling Primagama) yang dapat dilakukan di mana saja & kapan saja (sesuai jadwal yang telah disepakati).

Metode belajar individual ini dilakukan dengan mendedikasikan 1 (satu)  pengajar untuk 1 (satu) siswa dalam setiap pembelajaran dengan detil sebagai berikut: 

  • Mata Pelajaran yang diberikan disesuaikan dengan permintaan siswa dan mata pelajaran yang akan diujikan.
  • Jadwal tutorial minimal 4 kali pertemuan (2jam) dalam sebulan.
  • Untuk kelas ujung (6 SD, 9 SMP, 12 SMA) paling tidak dilaksanakan 3 bulan sebelum Ujian Akhir Nasional (UAN) ataupun Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK).

 

Belajar Bersama (Homeschooling Komunitas)

Dalam sistem  belajar bersama HSPG (homeschooling komunitas), siswa dapat melakukan pembelajaran yang diikuti oleh maksimal 5 siswa dalam satu kelompok belajar.

Kegiatan ini dilaksanakan di Homeschooling Primagama dengan 1 (satu) pengajar untuk 1 (satu) bidang studi / mata pelajaran.

Dengan sistem belajar bersama dalam kelas komunitas ini, siswa akan dapat berinteraksi secara leluasa baik dengan rekan di kelas maupun dengan staf & pengajar dalam suasana yang riang, santai, dan akrab seperti di dalam keluarga sendiri.

 

Belajar Jarak Jauh (Distance Learning)

Sistem belajar jarak jauh (distance learning) HSPG dilakukan dengan menggunakan jaringan internet (online) dengan menggunakan aplikasi Skype ataupun Google Hang Out. 

Dengan demikian siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan pengajar (sebagaimana pembelajaran konvensional), dari mana saja tanpa dibatasi lokasi geografis yang sama.

 

Belajar Mandiri

Dengan sistem belajar mandiri, siswa dapat belajar secara secara mandiri, baik dengan atau tanpa didampingi pihak lain (orangtua/pengajar pribadi diluar pengajar Homeschooling Primagama).

Walau demikian,  siswa sepenuhnya mendapatkan hak/fasilitas dari HSPG (Homeschooling Primagama)

 

Ijazah Homeschooling Primagama

Para siswa Homeschooling Primagama akan mendaoatkan salah satu dari 3 (tiga) macam ijazah sesuai dengan mekanisme program belajar yang diambil:

 

  1. Ijazah Formal, dengan mekanisme Ujian Akhir Nasional (UAN)
  2. Ijazah Non-Formal, dengan mekanisme Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK)
  3. Ijazah International, dengan mekanisme Cambridge International Examination (CIE)

 

Fasilitas Untuk Siswa Homeschooling Primagama

Berikut adalah fasilitas yang diberikan Homeschooling Primagama kepada para siswanya:

  • Pengajar Berkualitas
  • Sarana belajar dan evaluasi lengkap
  • Kelas representatif
  • Konsultasi psikologi
  • Modul pembelajaran lengkap sesuai Kurikulum Nasional
  • Kartu pelajar
  • Raport hasil belajar
  • Kurikulum Pendidikan Nasional maupun Internasional
  • Ujian Nasional, Kesetaraan, maupun Cambridge International
  • Bisa belajar secara online*
  • Field trip
  • Outbond
  • Umbrella school
  • Home teacher
  • Home visit
  • Test potensi bakat, dan minat melalui fingerprint DMI Primagama
  • Certificate Oustanding Students
  • Life skill education, meliputi:
  1. Character building
  2. Leadership
  3. Enterpreneurship

Pengertian Tentang Homeschooling

Homeschooling adalah sebuah sistem pendidikan alternatif yang saat ini menjadi pilihan orang tua untuk memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Dimana keberadaanya sah,  diakui, sama dan sederajat dengan sekolah formal sesuai  hukum di Indonesia.

Homeschooling adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar, teratur dan terarah dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dimana proses belajar mengajar dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi anak yang unik dapat berkembang secara maksimal.

Dengan menggunakan metode “school at home”,  Homeschooling Primagama bisa menjadi alternatif proses pendidikan putra putri  kita selain di sekolah, namun tetap memiliki standard ketercapaian materi yg kualitasnya sama dengan sekolah formal.

 

Proses Pendampingan Belajar di Homeschooling Primagama (HSPG)

Proses pendampingan di HSPG menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan psikologis dan pendekatan akademik. 

Pendekatan psikologis dilakukan, dimana  siswa diberdayakan sesuai dengan aspek minat & bakat. Dengan membekali siswa dengan pelatihan Achievement Motivation Training (AMT), Character Building, Leadership dan Entrepreneurship sesuai dengan potensi minat dan bakat siswa.

Pendekatan akademik dilakukan, dimana siswa akan diberikan pengajaran sesuai dengan tingkat kemampuan (sensitive learning), gaya belajar, maupun karakter komunikasi.

Dalam prakteknya, konsep pengajaran  di HSPG menekankan pada pemberdayaan potensi otak kiri dan otak kanan siswa.

Dan juga mengembangkan konsep belajar bagaimana cara belajar (learn how to learn) yang baik, sehingga terciptalah output anak didik yang memiliki bekal ilmu pengetahuan yang baik (knowledge), kecakapan hidup yang baik (lifeskill), dan juga sikap hidup yang baik (attitude).

 

Dasar Hukum Penyelenggaraan Homeschooling Indonesia 

  1. UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pasal 31 Ayat (1) “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.”

Pasal 31 Ayat (2) “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.”

  1. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional:

Pasal 13 Ayat (1):

  • Jalur Pendidikan terdiri atas formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.

Pasal 26:

  • Ayat (1) Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka sepanjang hayat.
  • Ayat (4) Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.
  • Ayat (6) Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.

Dalam hal ini, Pemerintah tidak mengatur standar isi dan proses pelayanan informal kecuali standar penilaian apabila akan disetarakan dengan pendidikan jalur formal dan nonformal sebagaimana yang dinyatakan pada UU No. 20/2003

  1. Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 107/MPN/MS/2006

Setiap orang yang lulus ujian kesetaraan Paket A, Paket B, atau Paket C, masing-masing memiliki hak eligibilitas yang sama dan setara dengan, berturut-turut, pemegang ijazahSD/MII, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK untuk dapat mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi.

Status kelulusan progam pendidikan setara dengan pendidikan formal dalam memasuki lapangan kerja.

Setiap lembaga diminta mematuhi ketentuan perundang-undangan tersebut di atas agar tidak diindikasikan melanggar hak asasi manusia.

  1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.129 Tahun 2014 tentang ”Sekolah Rumah”

Pasal 1 Ayat (4):

  • Sekolah rumah adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dalam bentuk tunggal, majemuk dan komunitas dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi didik yang unik dapat berkembang maksimal.

Pasal 4 Ayat (1):

  • Hasil pensisikan Sekolahrumah diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai standar nasional pendidikan.

Pasal 12:

  • Peserta didik Sekolahrumah dapat mengikuti UN/UNPK pada satuan pendidikan formal atau nonformal yang disetujui atau ditunjuk ole Dinas Pendidikan Kabupaten/kota setempat.

Mengacu pada poin-poin di atas, maka keberadaan Homeschooling Indonesia adalah sah, dan dilindungi secara legal.

Dengan demikian bagi para siswa atau orang tua tidak usah ragu untuk menjadi bagian dari Masyarakat Homeschooling Indonesia.

 

homeschooling di indonesia

Sebagai bagian dari Komunitas Homeschooling di Indonesia, Visi dan Misi serta Tujuan dari dibentuknya Homeschooling Primagama adalah sebagai berikut

 

VISI HOMESCHOOLING PRIMAGAMA

Menjadi lembaga pendamping Homeschooling di Indonesia yang terbaik dan terbesar dengan membentuk peserta didik menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter serta mampu mengembangkan potensi akademik dan non akademis secara optimal.

 

MISI HOMESCHOOLING PRIMAGAMA

  1. Menjadikan pelaku Homeschooling yang berkualitas, bertaraf nasional maupun internasional.
  2. Memberikan alternatif bagi sistem pendidikan di Indonesia yang berkualitas nasional maupun internasional.
  3. Menyelenggarakan program pendidikan yang mengembangkan potensi akademis dan non akademis berbasi minat dan bakat.
  4. Menjadi mitra masyarakat dan pemerintahan dalam peningkatan kualitas pendidikan bangsa secara nasional maupun internasional.
  5. Menjadi acuan pendidikan alternatif di Indonesia.

 

TUJUAN HOMESCHOOLING PRIMAGAMA

 

  1. TUJUAN UMUM
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas peserta didik agar menjadi anak yang memiliki kualitas dan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian yang baik serta memberikan bekal serta memberikan bekal kepada peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
  1. TUJUAN KHUSUS
    1. Memberikan bekal kepada peserta didik yang berorientasi pada pengembangan bakat, minat, dan kemampuan akademis.
    2. Membentuk peserta didik yang memiliki kecerdasan, kemandirian, dan berkepribadian yang baik.
    3. Membangun jaringan kerja yang harmonis antara masyarakat, pemerintah, orangtua dan pelaku pendidikan.
error: Content is protected !!