Month: October 2018

(Kamis, 18/10/2018). Homeschooling Primagama BSD-Tangerang Selatan mengadakan parents meeting yang bertajuk “Mengetahui Minat dan Bakat Melalui DMI”. Acara Yang digelar di kafe sector 12 BSD ini dipandu oleh Bpk.Wahyono Bintarto, M.Pd selaku konsultan layanan PT.DMI Indonesia.

Tika Dian Pangastuti selaku Kepala Sekolah Homeschooling Primagama BSD menjelaskan adapun tujuan dari kegiatan ini untuk menjalin komunikasi dengan para orang tua siswa khususnya dalam mengenali minat dan bakat putra/i untuk menunjang keberhasilan proses belajar dan dapat memberi pendidikan yang  tepat bagi anak-anak.

Tika Dian Pangastuti selaku Kepala Sekolah Homeschooling Primagama BSD mengatakan, kegiatan ini selain sebagai ajang silaturahmi antar orang tua dan guru, juga bertujuan untuk memberi masukan kepada orang tua pentingnya mengetahui minat dan bakat dan minat anak agar bisa memberi pendidikan yang tepat bagi anak-anak.

“Karena pola pendidikan Homeschooling membutuhkan lebih banyak perhatian orang tua agar anak bisa cepat memahami pelajaran dan mampu beradaptasi dengan baik di dalam komunitasnya,” jelas Tika.

                                                                

Tari, salah satu orang tua dari Ayya siswi kelas 5 Homeschooling Primagama BSD, Mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab pertemuan ini sangat bermanfaat baginya, khususnya dengan adanya penyampaian materi tentang minat dan bakat anak, serta panduan pendidikan yang pas bagi anak-anak.

Meski memilih Homeschooling, anak-anaknya masih bisa bersosialisasi dan berteman dengan teman sebayanya.

“Anak-anak saya awalnya sekolah full day seperti anak-anak pada umumnya, karena sering merasa lelah dan kewalahan dengan jadwal sekolah umum yang padat, akhirnya saya memilih homeschooling untuk pendidikan anak-anak. Hasilnya, Alhamdulilah anak saya merasa lebih nyaman. Namun demikian, anak saya masih bisa berteman, karena saya memilih homeschooling komunitas yang belajarnya di sekolah bukan di rumah,” tutup Tari.

HSPG PRIMAGAMA BSD dan Bapak/Ibu DKPP Tangsel

Pada Hari Senin, 15 Oktober 2018. Siswa-siswi Sekolah Dasar dari Homeschooling Primagama BSD berkunjung ke Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan ( DKPP) Kota Tangerang Selatan yang bertempat di Jln. Letnan Soetopo Kav 1 No. 1 Sektor 1.1 BSD City.

Pada kunjungan kali ini, Pihak DKPP sangat antusias menyambut dan mengenalkan kepada siswa-siswa megenai tanaman Hortikultura berupa sayur mayur dan buah-buahan. Mereka memberikan banyak pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman dan cara menanamnya dari peletakan benih hingga proses pemetikannya.

Siswa-siswa di ajak berkeliling perkebunan dengan berjalan kaki. Rasa antusias dan ceria berkembang diwajah para siswa dan guru. Siswa juga diajak bercengkrama aktif dalam bertanya dan menjawab mengenai hal-hal yang belum mereka ketahui. Selain mengenal berbagai jenis tumbuhan, Pihak DKPP juga mengajak ke lokasi perternakan yang berada disisi sebelah Barat kantor DKPP. Pertama, siswa diajak mengenal tentang Kambing Hibrid Boreno. Kambing yang merupakan persilangan dengan domba. Kambing ini memiliki bentuk dan ukuran yang lebih besar daripada umumya dengan bulu yang lebat. Siswa yang merasa awalnya takut menjadi penasaran dan berani menyentuh sambil memberi makan hewan ini.

Perternakan lain yang dimiliki oleh DKPP Tangsel ini adalah berbagai jenis ikan seperti : Ikan Lele, ikan Mas, ikan Mujaer, ikan Bawal, ikan Nila, dan Ikan Sidat. Ikan yang ditunjukan kepada kami berupa anakan dan indukannya. Anak-anak diberikan panganan sendiri-sendiri ditangan mereka yang kemudian memberikan secara langsung kepada ikan yang ada. Ikan yang sangat membuat anak-anak penasaran ialah Ikan Sidat. Ikan yang mirip belut tetapi memiliki bentuk kepala yang menyerupai ular ketika muncul ke permukaan.

Setelah puas berkeliling, anak-anak diajarkan tentang bagaimana cara menanam Sawi dengan baik dan benar. Kegiatan penanaman diawali dengan menggali lahan dengan kayu, meletakkan benih, hingga proses penyiraman. Mereka melakukan kegiatan ini sendiri-sendiri sehingga diharapkan praktek menanam sayuran ini dapat dilakukan oleh mereka dirumah bersama orangtua.

Akhir dari kegiatan eksplorasi DKPP ini adalah siswa diajak me-review kembali tentang apa saja yang telah mereka pelajari di DKPP ini. Walaupun cuaca panas, namun tidak menutupi rasa antusias siswa untuk belajar bersama alam. Tak lupa, antara pihak DKPP dan Homeschooling Primagama memberikan cinderamata berupa plakat dan bibit tanaman cabai rawit yang dapat ditanam oleh mereka dirumah.

By : Ririn Munawarah.

Sharing is Caring

Homeschooling Primagama BSD

Homeschooling Primagama BSD, menanamkan jiwa sosial kepada para pelajarnya dengan cara mengajarkan berbagi terhadap sesama di Taman Perdamaian, BSD, serpong, Jumat (12/10/2018).

Pantauan awak media di lapangan, sejumlah pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tersebut mengelilingi Taman Perdamaian membagikan satu – per satu nasi box dengan ikhlas kepada masyarakat sekitar. Box dibagikan kepada anak-anak, orang dewasa hingga orangtua yang sedang beraktivitas lingkungan tersebut.

Tika Dian Pangastuti selaku Kepala Sekolah Homeschooling Primagama saat diwawancara awak media menjelaskan, kegiatan berbagi ini merupakan program rutin sekolahnya yang dilakukan setiap hati Jumat yang bertujuan untuk melatih para siswanya agar terbiasa melakukan kegiatan bersosial dalam kehidupan sehari-harinya dengan berbagi bersama untuk menumbuhkan nilai keikhlasan dalam berbagi. Selain itu mereka juga tanpa disadari dilatih untuk menjadi anak yang pemberani dan disiplin terhadap waktu.

“Makanan yang disiapkan sebanyak 40 porsi, untuk kegiatan diluar seperti ini untuk biayanya difasilitasi dari sekolah namun ada juga dana sumbangan dari para orangtua. Untuk lokasi kegiatan kita semgaja memilih di Taman Perdamaian karena tempat ini setrategis dan banyak orang orang berkumpul disini dan selain disini, kita juga kadang di Taman Kota 1, Taman Kota 2 dan di Tandon Ciater,” jelasnya.

Tika mengatakan, Homeschooling Primagama sama halnya dengan sekolah nonformal pada umumnya. Namun pembedanya adalah homeschooling Primagama belajarnya lebih memfokuskan ke pendekatan psikologi peserta didiknya yang dikuatkan dengan langsung terjun ke masyarakat seperti ini.
“Dan kita juga mengutamakan mengajarkan nilai kerakter dan kebudayaan,” tambahnya.

Kegiatan belajar mengajar berbagi tersebut mendapat penilaian positif dari masyarakat sekitar, salah satunya Edy Rusmono selaku Pengelollah Gedung Bulu Tangkis disekitar Taman Perdamaian.

“Menurut saya bagus sekali ya, anak anak diusia dini sudah diajarkan berbagi, karena jaman sekarangkan tau sendiri pengaruh dari teknologi kadang-kadang membuat orang cuek, anak anak sekarang kan banyak yang cuek, tapi kalau orang tua sudah melatih anaknya dari usia dini mudah mudahan mereka akan ingat dan peduli kepada lingkungannya,” katanya.

“Saya berharap mudah mudahan mereka menjadi anak anak yang peduli dan tidak cuek, dan kalau bisa kegiatan ini dilakukan terus-menerus, paling tidak sebulan sekali biar dia ingat terus, karena jarang sekali kegiatan seperti ini,” ujar Edy.

Sementara salah satu walimurid Febi merasa senang melihat anaknya berbagi kepada orang lain. “Senang banget, mereka juga ada kepeduliannya kepada lingkungan dan itu bukan hanya didalam ruangan saja tapi di praktikan diluar lingkungan seperti ini,” tuturnya.

Ia mengaku, dirinya memilih pendidikannya di Homeschooling untuk memberikan rasa nyaman terhadap anaknya dalam mengenyam pendidikan karena menurutnya di Homschooling gurunya ramah, anaknya lebih diperhatikan, serta pelajarannya juga dipantau sampai anak mengerti dan bisa.

“Dan gurunya itu menganggap anak-anak ini seperti anaknya sendiri, kasih sayangnya lebih, jadi sebagai orang tua merasa nyaman dan merasa aman dari rasa takut dibuli,” tukasnya.

Courtesy : Tangerangonline.id

error: Content is protected !!