Author: HSPG Tangsel

Dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI ke-74, HSPG BSD mengadakan kegiatan perlombaan yang berlokasi di Taman Kota 1 BSD. Acara yang diikuti oleh jenjang SD, SMP dan SMA ini mengusung tema “Solidaritas gotong royong sesame warga belajar” ini berjalan lancar.

Dipandu oleh Bpk. Adhitya Selaku akademik sekaligus Pembina Forum Komunikasi Siswa (FKS) beserta Tim guru, acara yang berlangsung selama tiga jam ini berjalan lancar.

Adapun jenis lomba yang diadakan antara lain; lomba makan kerupuk, lomba masuk pensil kedalam botol, estafet kelereng hingga lomba Tarik tambang. Meski tak semua dapat meraih juara, antusiasme siswa hspg semakin membara menjelang waktu siang.

Menurut Darlene(12) siswa 7 SMP, “kemerdekaan setiap tahun yang kita peringati untuk menjadi bahan tindakan kita, agar lebih rajin belajar dan berusaha menjadi yang terbaik.”

Melalui solidaritas gotong royong sesama warga belajar, diharapkan mampu menjalin rasa persaudaraan yang erat serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap sosial dan lingkungan.

Di era perkembangan IPTEK, kebutuhan belajar dan bersosialisasi menjadi hal prioritas, terutama bagi warga negara Indonesia (WNI) yang sedang tinggal diluar negeri. Kini Homeschooling Primagama BSD hadir dalam program “Distance Learning Skype”.

Mulanya program ini merupakan bagian dari program mandiri, yang mana peran orang tua sangat dibutuhkan dalam membimbing proses belajar putra/I dirumah. Seiring dengan berkembangnya era teknologi yang cepat dan dinamis, Program mandiri ini disertai dengan pendampingan tutor sekolah melalui pemanfaatan aplikasi jejaring sosial “Skype”.

Teknisnya, siswa yang berada di luar negeri atau dalam kasus-kasus tertentu seperti adanya sterile condition tidak perlu repot-repot datang ke Indonesia atau rombel untuk menempuh proses pembelajaran. Melalui aplikasi skype yang menghubungkan antara siswa dengan tutor yang bersangkutan, terjadwal secara sistematis dari akademik sekolah dan dengan adanya buku pelajaran kurikulum nasional dalam proses pembelajaran sudah dapat dilakukan. Durasi belajar umumnya dilakukan selama 120 menit dengan metode tutorial, yang mana mengacu pada  silabus dan RPP yang telah ditetapkan sekolah dan dinas pendidikan setempat. Dalam hal ini penggunaan kurikulum nasional Indonesia yang mengacu pada satuan pendidikan nonformal.

Program ini umumnya untuk siswa/i yang berdomisili di luar negeri. Karena peserta didik sedang mengikuti dinas orang tua, siswa yang sedang berada di luar negeri untuk sementara waktu, dengan tidak ingin melupakan proses pembelajaran dan tetap akan menempuh ujian nasional di Indonesia. Umumnya proses pembelajaran menggunakan Bahasa Indonesia, dan Bahasa inggris sebagai pengantar, semua mengikuti kondisi kemampuan komunikasi siswa tersebut dalam kesehariannya.

Meskipun dalam kesehariannya menggunakan skype, beban belajar dan tanggung jawab siswa dalam penguasaan materi adalah sama. Dalam evaluasi tagihan belajar secara Kurikulum 2013 dan irisan serta ujian lainnya yang diselenggarkan sekolah. Hal ini yang di sosialisasikan sebagai pembelajaran dimana saja dan kapan saja, sesuai motto hspg. (t.d.p)

 

Homeschooling Primagama BSD-Tebet mengadakan wisuda pelepasan siswa/I Pada hari Sabtu 30 Juni 2019 bertempat di Hotel Aviary Bintaro, Tangerang selatan. Wisuda yang pertama kali diselenggarakan ini diikuti oleh 23 wisudawan/I yang didampingi wali murid, terdiri dari jenjang paket A, Paket B dan Paket C. Dalam prosesi ini diawali dengan kirab budaya oleh peserta wisudawan/i dan diakhiri dengan pengalungan Samir sebagai tanda kelulusan.

Dalam sambutannya, Bpk Arif Handono selaku Pembina homeschooling primagama BSD-Tebet berpesan kepada wisudawan/I untuk tetap belajar dimanapun dan kapanpun untuk meraih cita-cita serta selalu bersiap untuk mengahapi tantangan global.

Turut dihadiri oleh Ketua PAUD DIKMAS Kelurahan Pessangrahan, Bpk Ir.Rudy Trisno, M.Pd, menuturkan sebagai lulusan PKBM dapat meraih cita-cita sesuai dengan bidang kemampuan masing-masing, terlebih saat ini memasuki era teknologi industri 4.0 yang mana lulusan PKBM harus memiliki kemampuan critical thinking (berpikir kritis) guna menghadapi persaingan global secara sehat berbasis karakter iman dan taqwa.

 

 

Disaat yang bersamaan, Tika Dian Pangastuti, selaku kepala sekolah Homeschooling Primagama berpesan untuk wisudawan/i tetaplah mengukir prestasi dimanapun melanjutkan studi. Sebab dalam garda terdepan, pelajar sebagai pondasi utama dalam peradaban pengetahuan.

Sebagai informasi Homeschooling primagama (HSPG) merupakan sekolah pendidikan non-formal berbasis minat dan bakat sebagai bentuk pendidikan alternatif di Indonesia, bagi siswa/I yang memiliki prestasi dibidang seni,olahraga,dan bidang khusus lainnya. Adapun program unggulan dari HSPG adalah live in, outing class, fieldtrip, pendampingan psikologi dan test DMI (penelusuran minat dan bakat sejak dini).,- (tdp)

 

Arlen Verta Ramadhan menjadi perwakilan Indonesia sebagai atlet paramotor

Battar Atha Putra Sanjaya siswa HSPG BSD, meraih mendali emas dalam ajang IYOS (Indonesian Youth & Sport Festival Asian Games) yang diselenggarakan oleh JTF 15 (Jakarta Taekwondo Festival)

Sinai John Siawana, pemain Biola. Salah satu yang mewakili dalam Gita Bahana Nusantara di istana merdeka.

Tag line sekolah berbasis bakat dan minta bukan hanya sekedar isapan jempol. Pasalnya, banyak peserta didik Homeschooling Primagama (HSPG) meraih prestasi gemilang, baik secara akademis maupun non akademis. Pencapaian tersebut tak lepas dari komitmen yang diberikan oleh lembaga untuk mendukung pengembangan bakat dan minat setiap peserta didik.

Kurikulum yang didesign, bukan hanya membekali peserta didik dengan peningkatan kapasitas kognitifnya saja, melainkan peningkatan pada aspek keterampilan dan pembenahan pada aspek perilaku. Keberadaan program vokasi mampu memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengasah aspek keterampilan. Fleksibilitas mengenai waktu belajar dimanfaatkan betul oleh peserta didik, khususnya dalam mendalami bidang yang mereka sukai. Tak heran prestasi gemilang dapat ditorehkan oleh banyak peserta didik di HSPG.

Prestasi yang baru-baru ini diukir berasal dari Kevin. Siswa kelas 8 HSPG Yogyakarta peraih 2 emas dan 1 perak pada kejuaraan dansa berskala nasional. Ia berhasil menyingkarkan lebih dari 160 kompetitor di Yudh U-21 Dancesport championship 2018. Kevin berkompetisi di kategori solo dan preamateur untuk jenis tarian ballroom.

Selain Kevin, terdapat banyak siswa yang memiliki prestasi non akademis yang membanggakan. Sanggoe Darma Tanjung, siswa HSPG Denpasar berhasil meraih medali perak pada kejuaraan Asian Games 2018. Arlen Vetra Ramadhan, siswa HSPG BSD meraih 2 emas pada pekan olah raga provinsi Banten ke V dan Juara 1 Kejuaraan Paramotor dalam memperingatai HUT TNI Ke-72 tahun 2017. Arlen juga pernah mewakili Indonesia dikejuaraan World Paramotor Championship di Filipina. Medali perunggu dipersembahkan Ahmad Ghifari Fuaiz, Siswa HSPG Malang dalam kejuaraan Wushu Junior Championship 2018. Sementara, Judi El Waton, Siswa HSPG Serang meraih emas pada kejuaraan berkuda skala internasional.

Selain bidang olahraga, torehan prestasi datang dari bidang Musik. Calsey Tory, siswi HSPG Yogyakarta meraih Juara 1 HIT Like a Girl Drumset 2018 tingkat Internasional. Berkat capaian prestasinya, Calsey berkesempatan untuk menampilkan bakatnya di negeri Paman sam, Amerika. Ryu Lawden, Siswa HSPG Medan, seorang pianis berbakat memiliki segudang penghargaan bergengsi. Ryu pernah meraih juara 2 nasional dalam acara kid talent on piano di AXA starkids for Indonesia.

Di bidang ekonomi kreatif, Arya Anargya Taurashifa, siswa HSPG Jakarta Timur, mempersembahkan barang bernilai ekonomis yang dibuat dari bahan daur ulang. Karyanya diapresiasi dengan sangat baik melalui berbagai pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah. Shifa juga tercatat sebagai peserta Ok Oce termuda dan memiliki banyak prestasi gemilang di bidang penulisan dan modeling.

Di bidang akademik, capaian prestasi siswa HSPG terbilang membanggakan. Sebanyak 22 siswa dari 60 siswa yang mendaftar diterima diperguruan tinggi negeri terfavorit seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah mada dan Institut Tekhnologi Bandung. Distribusi sebaran penerimaan siswa di PTN melingkupi jurusan-jurusan terfavorit seperti kedokteran, hukum, psikologi dan keguruan. Prestasi akademik lainnya datang dari lomba cerdas cermat. Tahun ini, siswa HSPG meraih juara 2 cerdas cermat jenjang paket C dan B tingkat kota Yogyakarta.

Dare to dream? Join us (021) 75672190 / 081220181887

Kurikulum yang digunakan oleh Homeschooling Primagama yaitu:

  • Kurikulum Nasional: Kurikulum Tingakat Satuan Pendidikan KTSP 2006/KURTILAS (Kurikulum 2013) yang dimodifikasi dengan memperhatikan pengembangan bakat dan minat serta kebutuhan peserta didik.
  • Kurikulum internasional: Cambridge International Examination (CIE) yang dimodifikasi dengan memperhatikan pengembangan bakat dan minat serta kebutuhan peserta didik:
    • International General Certificate Education Secondary Education (IGCSE)/ 5-11th
    • General Certificate Education Ordinary Level (GCE O Level) /14-16th
    • General Certificate Education Advance Level Subsidiary and Advanced Level (GCE AS/A Level) /16-19th
  • Kurikulum Inklusi
    Kurikulum program inklusi merupakan bentuk penyesuaian dari kurikulum nasional. Modifikasi program disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik

 

Terdapat 3 macam ijazah pada Homeschooling Primagama :

  • Ijazah Formal dengan mekanisme Ujian Akhir Nasional (UAN)*
  • Ijazah Non-Formal dengan mekanisme Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK)
  • Ijazah International dengan mekanisme Cambridge International Examination (CIE)

Sistem belajar di Homeschooling Primagama (HSPG)

  • Tatap muka

Kegaiatan pembelajaran dimana peserta didik didampingi oleh guru HSPG untuk memandu pembelajaran seperti kegiatan pembelajaran pada umumnya. Pembelajaran tatap muka ditempuh sesuai dengan jadwal yang diberikan.

  • Tutorial

Pembelajaran yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartsipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.`

  • Kegiatan Mandiri

Kegiatan Mandiri merupakan pengembangan belajar di rumah, dengan tujuan untuk menyelesaikan seluruh kompetensi atau kompetensi tertentu yang menjadi beban pada mata pelajaran tertentu.

1. Homeschooling Individu ( tunggal )

Sistem Homeschooling yang dapat dilakukan di homeschooling dengan 1 pengajar 1 siswa dalam setiap pelajaran atau dapat juga dilakukan secara mandiri di rumah bersama orangtua atau dengan guru dari HSPG.

2. Homeschooling Komunitas

Sistem belajar homeschooling yang diikuti 2-5 siswa dalam satu kelompok belajar, kegiatan ini dilaksanakan di HSPG dengan 1 pengajar sesuai bidang studi masing-masing.

3. Sistem Belajar Distance Learning

Sistem Belajar jarak jauh via internet (online) yang menggunakan aplikasi skype, sehingga pengajar HSPG dapat berinteraksi langsung (tatap muka) dengan siswa.

4. Sistem Belajar Mandiri

Sistem belajar dimana siswa belajar secara mandiri atau didampingi (orangtua/pengajar pribadi diluar pengajar HSPG) dan siswa sepenuhnya mendapatkan hak/fasilitas dari Homeschooling Primagama.

VISI HOMESCHOOLING PRIMAGAMA

Menjadi lembaga pendamping homeschooling terbaik dan terbesar dengan membentuk peserta didik menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter serta mampu mengembangkan potensi akademis dan non akademis secara optimal.

MISI HOMESCHOOLING PRIMAGAMA

  1. Menjadi pelaku homeschooling yang berkualitas, bertaraf nasional dan internasional.
  2. Memberikan alternatif sistem pendidikan di Indonesia yang berkualitas nasional maupun internasional.
  3. Menyelenggarakan program pendidikan yang mengembangkan potensi akademis dan non akademis berbasis minat dan bakat.
  4. Menjadi mitra bagi masyarakat dan pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan bangsa secara nasional.
  5. Menjadi acuan pendidikan alternatif di Indonesia.

Keunggulan Homeschooling Primagama dibandingkan Lembaga Pendidikan sejenis lainnya:

  • Telah memiliki legalitas operasional dan pengakuan yang terpercaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan No. Izin 057-059/GK/2015/3327-3329/31
  • Siswa dapat memilih sistem ujian dan ijazah yang diinginkan*)
  • Waktu belajar lebih fleksibel
  • Siswa dapat mengeksplorasi hobi dan bakat secara maksimal
  • Pemantauan psikologi secara terstruktur dan terarah
  • Dibekali kecakapan hidup sesuai bakat dan minat
  • Ekstrakurikuler sesuai bakat dan minat siswa**)

*) Sistem Nasional atau Cambridge International

**) Ektrakurikuler dapat memilih ekskul yang sudah ada di HSPG (wajib pilihan) atau dapat mengikuti kegiatan tambahan diluar dan nilai akan masuk kedalam penilaian raport

error: Content is protected !!