Author: HSPG Tangsel

Kurikulum yang digunakan oleh Homeschooling Primagama yaitu:

  • Kurikulum Nasional: Kurikulum Tingakat Satuan Pendidikan KTSP 2006/KURTILAS (Kurikulum 2013) yang dimodifikasi dengan memperhatikan pengembangan bakat dan minat serta kebutuhan peserta didik.
  • Kurikulum internasional: Cambridge International Examination (CIE) yang dimodifikasi dengan memperhatikan pengembangan bakat dan minat serta kebutuhan peserta didik:
    • International General Certificate Education Secondary Education (IGCSE)/ 5-11th
    • General Certificate Education Ordinary Level (GCE O Level) /14-16th
    • General Certificate Education Advance Level Subsidiary and Advanced Level (GCE AS/A Level) /16-19th
  • Kurikulum Inklusi
    Kurikulum program inklusi merupakan bentuk penyesuaian dari kurikulum nasional. Modifikasi program disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik

 

Terdapat 3 macam ijazah pada Homeschooling Primagama :

  • Ijazah Formal dengan mekanisme Ujian Akhir Nasional (UAN)*
  • Ijazah Non-Formal dengan mekanisme Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK)
  • Ijazah International dengan mekanisme Cambridge International Examination (CIE)

Sistem belajar di Homeschooling Primagama (HSPG)

  • Tatap muka

Kegaiatan pembelajaran dimana peserta didik didampingi oleh guru HSPG untuk memandu pembelajaran seperti kegiatan pembelajaran pada umumnya. Pembelajaran tatap muka ditempuh sesuai dengan jadwal yang diberikan.

  • Tutorial

Pembelajaran yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartsipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.`

  • Kegiatan Mandiri

Kegiatan Mandiri merupakan pengembangan belajar di rumah, dengan tujuan untuk menyelesaikan seluruh kompetensi atau kompetensi tertentu yang menjadi beban pada mata pelajaran tertentu.

1. Homeschooling Individu ( tunggal )

Sistem Homeschooling yang dapat dilakukan di homeschooling dengan 1 pengajar 1 siswa dalam setiap pelajaran atau dapat juga dilakukan secara mandiri di rumah bersama orangtua atau dengan guru dari HSPG.

2. Homeschooling Komunitas

Sistem belajar homeschooling yang diikuti 2-5 siswa dalam satu kelompok belajar, kegiatan ini dilaksanakan di HSPG dengan 1 pengajar sesuai bidang studi masing-masing.

3. Sistem Belajar Distance Learning

Sistem Belajar jarak jauh via internet (online) yang menggunakan aplikasi skype, sehingga pengajar HSPG dapat berinteraksi langsung (tatap muka) dengan siswa.

4. Sistem Belajar Mandiri

Sistem belajar dimana siswa belajar secara mandiri atau didampingi (orangtua/pengajar pribadi diluar pengajar HSPG) dan siswa sepenuhnya mendapatkan hak/fasilitas dari Homeschooling Primagama.

VISI HOMESCHOOLING PRIMAGAMA

Menjadi lembaga pendamping homeschooling terbaik dan terbesar dengan membentuk peserta didik menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter serta mampu mengembangkan potensi akademis dan non akademis secara optimal.

MISI HOMESCHOOLING PRIMAGAMA

  1. Menjadi pelaku homeschooling yang berkualitas, bertaraf nasional dan internasional.
  2. Memberikan alternatif sistem pendidikan di Indonesia yang berkualitas nasional maupun internasional.
  3. Menyelenggarakan program pendidikan yang mengembangkan potensi akademis dan non akademis berbasis minat dan bakat.
  4. Menjadi mitra bagi masyarakat dan pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan bangsa secara nasional.
  5. Menjadi acuan pendidikan alternatif di Indonesia.

Keunggulan Homeschooling Primagama dibandingkan Lembaga Pendidikan sejenis lainnya:

  • Telah memiliki legalitas operasional dan pengakuan yang terpercaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan No. Izin 057-059/GK/2015/3327-3329/31
  • Siswa dapat memilih sistem ujian dan ijazah yang diinginkan*)
  • Waktu belajar lebih fleksibel
  • Siswa dapat mengeksplorasi hobi dan bakat secara maksimal
  • Pemantauan psikologi secara terstruktur dan terarah
  • Dibekali kecakapan hidup sesuai bakat dan minat
  • Ekstrakurikuler sesuai bakat dan minat siswa**)

*) Sistem Nasional atau Cambridge International

**) Ektrakurikuler dapat memilih ekskul yang sudah ada di HSPG (wajib pilihan) atau dapat mengikuti kegiatan tambahan diluar dan nilai akan masuk kedalam penilaian raport

Museum Layang-layang

(Senin, 20 Agustus 2018) Homeschooling Primagama BSD melakukan learning outdoor di Museum Layang-layang. Kegiatan ini diikuti oleh siswa/i SMP-SMA yang bertujuan untuk mengasah kreativitas seni dalam membuat layang-layang serta menjalin keakraban antar siswa.

Dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam, Tibalah kita di lokasi museum dibilangan Pondok Labu Jakarta Selatan. Suasana rindang nan sejuk, membuat para peserta untuk tidak sabar memulai kegiatan ini segera. Di dampingi oleh pemandu, para siswa diajak menyaksikan pemutaran film dokumenter mengenai layang-layang dari berbagai negara. Dalam sesi ini para siswa dibekali dengan pengetahuan sejarah layang-layang serta karakteristik layang-layang di setiap negara.

Pada sesi kedua, peserta  diajak menuju pendopo tempat membuat layang-layang.  Mulailah masing-masing peserta berkreativitas dengan bahan yang telah disiapkan. pada sesi ini memerlukan waktu sekitar 30 menit. Layang-layang yang sudah jadi boleh dibawa pulang.

Menurut Rafli, “Kegiatan ini asyik, santai dan dapat ilmunya” imbuhnya dengan senang.

Belajar tidak hanya diruang kelas, guna menumbuhkan rasa percaya diri serta mampu beradaptasi dengan lingkungan.

 

 

(Kamis, 18/10/2018). Homeschooling Primagama BSD-Tangerang Selatan mengadakan parents meeting yang bertajuk “Mengetahui Minat dan Bakat Melalui DMI”. Acara Yang digelar di kafe sector 12 BSD ini dipandu oleh Bpk.Wahyono Bintarto, M.Pd selaku konsultan layanan PT.DMI Indonesia.

Tika Dian Pangastuti selaku Kepala Sekolah Homeschooling Primagama BSD menjelaskan adapun tujuan dari kegiatan ini untuk menjalin komunikasi dengan para orang tua siswa khususnya dalam mengenali minat dan bakat putra/i untuk menunjang keberhasilan proses belajar dan dapat memberi pendidikan yang  tepat bagi anak-anak.

Tika Dian Pangastuti selaku Kepala Sekolah Homeschooling Primagama BSD mengatakan, kegiatan ini selain sebagai ajang silaturahmi antar orang tua dan guru, juga bertujuan untuk memberi masukan kepada orang tua pentingnya mengetahui minat dan bakat dan minat anak agar bisa memberi pendidikan yang tepat bagi anak-anak.

“Karena pola pendidikan Homeschooling membutuhkan lebih banyak perhatian orang tua agar anak bisa cepat memahami pelajaran dan mampu beradaptasi dengan baik di dalam komunitasnya,” jelas Tika.

                                                                

Tari, salah satu orang tua dari Ayya siswi kelas 5 Homeschooling Primagama BSD, Mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab pertemuan ini sangat bermanfaat baginya, khususnya dengan adanya penyampaian materi tentang minat dan bakat anak, serta panduan pendidikan yang pas bagi anak-anak.

Meski memilih Homeschooling, anak-anaknya masih bisa bersosialisasi dan berteman dengan teman sebayanya.

“Anak-anak saya awalnya sekolah full day seperti anak-anak pada umumnya, karena sering merasa lelah dan kewalahan dengan jadwal sekolah umum yang padat, akhirnya saya memilih homeschooling untuk pendidikan anak-anak. Hasilnya, Alhamdulilah anak saya merasa lebih nyaman. Namun demikian, anak saya masih bisa berteman, karena saya memilih homeschooling komunitas yang belajarnya di sekolah bukan di rumah,” tutup Tari.

HSPG PRIMAGAMA BSD dan Bapak/Ibu DKPP Tangsel

Pada Hari Senin, 15 Oktober 2018. Siswa-siswi Sekolah Dasar dari Homeschooling Primagama BSD berkunjung ke Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan ( DKPP) Kota Tangerang Selatan yang bertempat di Jln. Letnan Soetopo Kav 1 No. 1 Sektor 1.1 BSD City.

Pada kunjungan kali ini, Pihak DKPP sangat antusias menyambut dan mengenalkan kepada siswa-siswa megenai tanaman Hortikultura berupa sayur mayur dan buah-buahan. Mereka memberikan banyak pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman dan cara menanamnya dari peletakan benih hingga proses pemetikannya.

Siswa-siswa di ajak berkeliling perkebunan dengan berjalan kaki. Rasa antusias dan ceria berkembang diwajah para siswa dan guru. Siswa juga diajak bercengkrama aktif dalam bertanya dan menjawab mengenai hal-hal yang belum mereka ketahui. Selain mengenal berbagai jenis tumbuhan, Pihak DKPP juga mengajak ke lokasi perternakan yang berada disisi sebelah Barat kantor DKPP. Pertama, siswa diajak mengenal tentang Kambing Hibrid Boreno. Kambing yang merupakan persilangan dengan domba. Kambing ini memiliki bentuk dan ukuran yang lebih besar daripada umumya dengan bulu yang lebat. Siswa yang merasa awalnya takut menjadi penasaran dan berani menyentuh sambil memberi makan hewan ini.

Perternakan lain yang dimiliki oleh DKPP Tangsel ini adalah berbagai jenis ikan seperti : Ikan Lele, ikan Mas, ikan Mujaer, ikan Bawal, ikan Nila, dan Ikan Sidat. Ikan yang ditunjukan kepada kami berupa anakan dan indukannya. Anak-anak diberikan panganan sendiri-sendiri ditangan mereka yang kemudian memberikan secara langsung kepada ikan yang ada. Ikan yang sangat membuat anak-anak penasaran ialah Ikan Sidat. Ikan yang mirip belut tetapi memiliki bentuk kepala yang menyerupai ular ketika muncul ke permukaan.

Setelah puas berkeliling, anak-anak diajarkan tentang bagaimana cara menanam Sawi dengan baik dan benar. Kegiatan penanaman diawali dengan menggali lahan dengan kayu, meletakkan benih, hingga proses penyiraman. Mereka melakukan kegiatan ini sendiri-sendiri sehingga diharapkan praktek menanam sayuran ini dapat dilakukan oleh mereka dirumah bersama orangtua.

Akhir dari kegiatan eksplorasi DKPP ini adalah siswa diajak me-review kembali tentang apa saja yang telah mereka pelajari di DKPP ini. Walaupun cuaca panas, namun tidak menutupi rasa antusias siswa untuk belajar bersama alam. Tak lupa, antara pihak DKPP dan Homeschooling Primagama memberikan cinderamata berupa plakat dan bibit tanaman cabai rawit yang dapat ditanam oleh mereka dirumah.

By : Ririn Munawarah.

error: Content is protected !!