Author: HSPG Tangsel

Arlen Verta Ramadhan menjadi perwakilan Indonesia sebagai atlet paramotor

Battar Atha Putra Sanjaya siswa HSPG BSD, meraih mendali emas dalam ajang IYOS (Indonesian Youth & Sport Festival Asian Games) yang diselenggarakan oleh JTF 15 (Jakarta Taekwondo Festival)

Sinai John Siawana, pemain Biola. Salah satu yang mewakili dalam Gita Bahana Nusantara di istana merdeka.

Tag line sekolah berbasis bakat dan minta bukan hanya sekedar isapan jempol. Pasalnya, banyak peserta didik Homeschooling Primagama (HSPG) meraih prestasi gemilang, baik secara akademis maupun non akademis. Pencapaian tersebut tak lepas dari komitmen yang diberikan oleh lembaga untuk mendukung pengembangan bakat dan minat setiap peserta didik.

Kurikulum yang didesign, bukan hanya membekali peserta didik dengan peningkatan kapasitas kognitifnya saja, melainkan peningkatan pada aspek keterampilan dan pembenahan pada aspek perilaku. Keberadaan program vokasi mampu memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengasah aspek keterampilan. Fleksibilitas mengenai waktu belajar dimanfaatkan betul oleh peserta didik, khususnya dalam mendalami bidang yang mereka sukai. Tak heran prestasi gemilang dapat ditorehkan oleh banyak peserta didik di HSPG.

Prestasi yang baru-baru ini diukir berasal dari Kevin. Siswa kelas 8 HSPG Yogyakarta peraih 2 emas dan 1 perak pada kejuaraan dansa berskala nasional. Ia berhasil menyingkarkan lebih dari 160 kompetitor di Yudh U-21 Dancesport championship 2018. Kevin berkompetisi di kategori solo dan preamateur untuk jenis tarian ballroom.

Selain Kevin, terdapat banyak siswa yang memiliki prestasi non akademis yang membanggakan. Sanggoe Darma Tanjung, siswa HSPG Denpasar berhasil meraih medali perak pada kejuaraan Asian Games 2018. Arlen Vetra Ramadhan, siswa HSPG BSD meraih 2 emas pada pekan olah raga provinsi Banten ke V dan Juara 1 Kejuaraan Paramotor dalam memperingatai HUT TNI Ke-72 tahun 2017. Arlen juga pernah mewakili Indonesia dikejuaraan World Paramotor Championship di Filipina. Medali perunggu dipersembahkan Ahmad Ghifari Fuaiz, Siswa HSPG Malang dalam kejuaraan Wushu Junior Championship 2018. Sementara, Judi El Waton, Siswa HSPG Serang meraih emas pada kejuaraan berkuda skala internasional.

Selain bidang olahraga, torehan prestasi datang dari bidang Musik. Calsey Tory, siswi HSPG Yogyakarta meraih Juara 1 HIT Like a Girl Drumset 2018 tingkat Internasional. Berkat capaian prestasinya, Calsey berkesempatan untuk menampilkan bakatnya di negeri Paman sam, Amerika. Ryu Lawden, Siswa HSPG Medan, seorang pianis berbakat memiliki segudang penghargaan bergengsi. Ryu pernah meraih juara 2 nasional dalam acara kid talent on piano di AXA starkids for Indonesia.

Di bidang ekonomi kreatif, Arya Anargya Taurashifa, siswa HSPG Jakarta Timur, mempersembahkan barang bernilai ekonomis yang dibuat dari bahan daur ulang. Karyanya diapresiasi dengan sangat baik melalui berbagai pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah. Shifa juga tercatat sebagai peserta Ok Oce termuda dan memiliki banyak prestasi gemilang di bidang penulisan dan modeling.

Di bidang akademik, capaian prestasi siswa HSPG terbilang membanggakan. Sebanyak 22 siswa dari 60 siswa yang mendaftar diterima diperguruan tinggi negeri terfavorit seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah mada dan Institut Tekhnologi Bandung. Distribusi sebaran penerimaan siswa di PTN melingkupi jurusan-jurusan terfavorit seperti kedokteran, hukum, psikologi dan keguruan. Prestasi akademik lainnya datang dari lomba cerdas cermat. Tahun ini, siswa HSPG meraih juara 2 cerdas cermat jenjang paket C dan B tingkat kota Yogyakarta.

Dare to dream? Join us (021) 75672190 / 081220181887

Kurikulum yang digunakan oleh Homeschooling Primagama yaitu:

  • Kurikulum Nasional: Kurikulum Tingakat Satuan Pendidikan KTSP 2006/KURTILAS (Kurikulum 2013) yang dimodifikasi dengan memperhatikan pengembangan bakat dan minat serta kebutuhan peserta didik.
  • Kurikulum internasional: Cambridge International Examination (CIE) yang dimodifikasi dengan memperhatikan pengembangan bakat dan minat serta kebutuhan peserta didik:
    • International General Certificate Education Secondary Education (IGCSE)/ 5-11th
    • General Certificate Education Ordinary Level (GCE O Level) /14-16th
    • General Certificate Education Advance Level Subsidiary and Advanced Level (GCE AS/A Level) /16-19th
  • Kurikulum Inklusi
    Kurikulum program inklusi merupakan bentuk penyesuaian dari kurikulum nasional. Modifikasi program disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik

 

Terdapat 3 macam ijazah pada Homeschooling Primagama :

  • Ijazah Formal dengan mekanisme Ujian Akhir Nasional (UAN)*
  • Ijazah Non-Formal dengan mekanisme Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK)
  • Ijazah International dengan mekanisme Cambridge International Examination (CIE)

Sistem belajar di Homeschooling Primagama (HSPG)

  • Tatap muka

Kegaiatan pembelajaran dimana peserta didik didampingi oleh guru HSPG untuk memandu pembelajaran seperti kegiatan pembelajaran pada umumnya. Pembelajaran tatap muka ditempuh sesuai dengan jadwal yang diberikan.

  • Tutorial

Pembelajaran yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartsipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.`

  • Kegiatan Mandiri

Kegiatan Mandiri merupakan pengembangan belajar di rumah, dengan tujuan untuk menyelesaikan seluruh kompetensi atau kompetensi tertentu yang menjadi beban pada mata pelajaran tertentu.

1. Homeschooling Individu ( tunggal )

Sistem Homeschooling yang dapat dilakukan di homeschooling dengan 1 pengajar 1 siswa dalam setiap pelajaran atau dapat juga dilakukan secara mandiri di rumah bersama orangtua atau dengan guru dari HSPG.

2. Homeschooling Komunitas

Sistem belajar homeschooling yang diikuti 2-5 siswa dalam satu kelompok belajar, kegiatan ini dilaksanakan di HSPG dengan 1 pengajar sesuai bidang studi masing-masing.

3. Sistem Belajar Distance Learning

Sistem Belajar jarak jauh via internet (online) yang menggunakan aplikasi skype, sehingga pengajar HSPG dapat berinteraksi langsung (tatap muka) dengan siswa.

4. Sistem Belajar Mandiri

Sistem belajar dimana siswa belajar secara mandiri atau didampingi (orangtua/pengajar pribadi diluar pengajar HSPG) dan siswa sepenuhnya mendapatkan hak/fasilitas dari Homeschooling Primagama.

VISI HOMESCHOOLING PRIMAGAMA

Menjadi lembaga pendamping homeschooling terbaik dan terbesar dengan membentuk peserta didik menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter serta mampu mengembangkan potensi akademis dan non akademis secara optimal.

MISI HOMESCHOOLING PRIMAGAMA

  1. Menjadi pelaku homeschooling yang berkualitas, bertaraf nasional dan internasional.
  2. Memberikan alternatif sistem pendidikan di Indonesia yang berkualitas nasional maupun internasional.
  3. Menyelenggarakan program pendidikan yang mengembangkan potensi akademis dan non akademis berbasis minat dan bakat.
  4. Menjadi mitra bagi masyarakat dan pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan bangsa secara nasional.
  5. Menjadi acuan pendidikan alternatif di Indonesia.

Keunggulan Homeschooling Primagama dibandingkan Lembaga Pendidikan sejenis lainnya:

  • Telah memiliki legalitas operasional dan pengakuan yang terpercaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan No. Izin 057-059/GK/2015/3327-3329/31
  • Siswa dapat memilih sistem ujian dan ijazah yang diinginkan*)
  • Waktu belajar lebih fleksibel
  • Siswa dapat mengeksplorasi hobi dan bakat secara maksimal
  • Pemantauan psikologi secara terstruktur dan terarah
  • Dibekali kecakapan hidup sesuai bakat dan minat
  • Ekstrakurikuler sesuai bakat dan minat siswa**)

*) Sistem Nasional atau Cambridge International

**) Ektrakurikuler dapat memilih ekskul yang sudah ada di HSPG (wajib pilihan) atau dapat mengikuti kegiatan tambahan diluar dan nilai akan masuk kedalam penilaian raport

Museum Layang-layang

(Senin, 20 Agustus 2018) Homeschooling Primagama BSD melakukan learning outdoor di Museum Layang-layang. Kegiatan ini diikuti oleh siswa/i SMP-SMA yang bertujuan untuk mengasah kreativitas seni dalam membuat layang-layang serta menjalin keakraban antar siswa.

Dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam, Tibalah kita di lokasi museum dibilangan Pondok Labu Jakarta Selatan. Suasana rindang nan sejuk, membuat para peserta untuk tidak sabar memulai kegiatan ini segera. Di dampingi oleh pemandu, para siswa diajak menyaksikan pemutaran film dokumenter mengenai layang-layang dari berbagai negara. Dalam sesi ini para siswa dibekali dengan pengetahuan sejarah layang-layang serta karakteristik layang-layang di setiap negara.

Pada sesi kedua, peserta  diajak menuju pendopo tempat membuat layang-layang.  Mulailah masing-masing peserta berkreativitas dengan bahan yang telah disiapkan. pada sesi ini memerlukan waktu sekitar 30 menit. Layang-layang yang sudah jadi boleh dibawa pulang.

Menurut Rafli, “Kegiatan ini asyik, santai dan dapat ilmunya” imbuhnya dengan senang.

Belajar tidak hanya diruang kelas, guna menumbuhkan rasa percaya diri serta mampu beradaptasi dengan lingkungan.

 

 

(Kamis, 18/10/2018). Homeschooling Primagama BSD-Tangerang Selatan mengadakan parents meeting yang bertajuk “Mengetahui Minat dan Bakat Melalui DMI”. Acara Yang digelar di kafe sector 12 BSD ini dipandu oleh Bpk.Wahyono Bintarto, M.Pd selaku konsultan layanan PT.DMI Indonesia.

Tika Dian Pangastuti selaku Kepala Sekolah Homeschooling Primagama BSD menjelaskan adapun tujuan dari kegiatan ini untuk menjalin komunikasi dengan para orang tua siswa khususnya dalam mengenali minat dan bakat putra/i untuk menunjang keberhasilan proses belajar dan dapat memberi pendidikan yang  tepat bagi anak-anak.

Tika Dian Pangastuti selaku Kepala Sekolah Homeschooling Primagama BSD mengatakan, kegiatan ini selain sebagai ajang silaturahmi antar orang tua dan guru, juga bertujuan untuk memberi masukan kepada orang tua pentingnya mengetahui minat dan bakat dan minat anak agar bisa memberi pendidikan yang tepat bagi anak-anak.

“Karena pola pendidikan Homeschooling membutuhkan lebih banyak perhatian orang tua agar anak bisa cepat memahami pelajaran dan mampu beradaptasi dengan baik di dalam komunitasnya,” jelas Tika.

                                                                

Tari, salah satu orang tua dari Ayya siswi kelas 5 Homeschooling Primagama BSD, Mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab pertemuan ini sangat bermanfaat baginya, khususnya dengan adanya penyampaian materi tentang minat dan bakat anak, serta panduan pendidikan yang pas bagi anak-anak.

Meski memilih Homeschooling, anak-anaknya masih bisa bersosialisasi dan berteman dengan teman sebayanya.

“Anak-anak saya awalnya sekolah full day seperti anak-anak pada umumnya, karena sering merasa lelah dan kewalahan dengan jadwal sekolah umum yang padat, akhirnya saya memilih homeschooling untuk pendidikan anak-anak. Hasilnya, Alhamdulilah anak saya merasa lebih nyaman. Namun demikian, anak saya masih bisa berteman, karena saya memilih homeschooling komunitas yang belajarnya di sekolah bukan di rumah,” tutup Tari.

error: Content is protected !!