Category Archive : GALERI

Museum Layang-layang

(Senin, 20 Agustus 2018) Homeschooling Primagama BSD melakukan learning outdoor di Museum Layang-layang. Kegiatan ini diikuti oleh siswa/i SMP-SMA yang bertujuan untuk mengasah kreativitas seni dalam membuat layang-layang serta menjalin keakraban antar siswa.

Dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam, Tibalah kita di lokasi museum dibilangan Pondok Labu Jakarta Selatan. Suasana rindang nan sejuk, membuat para peserta untuk tidak sabar memulai kegiatan ini segera. Di dampingi oleh pemandu, para siswa diajak menyaksikan pemutaran film dokumenter mengenai layang-layang dari berbagai negara. Dalam sesi ini para siswa dibekali dengan pengetahuan sejarah layang-layang serta karakteristik layang-layang di setiap negara.

Pada sesi kedua, peserta  diajak menuju pendopo tempat membuat layang-layang.  Mulailah masing-masing peserta berkreativitas dengan bahan yang telah disiapkan. pada sesi ini memerlukan waktu sekitar 30 menit. Layang-layang yang sudah jadi boleh dibawa pulang.

Menurut Rafli, “Kegiatan ini asyik, santai dan dapat ilmunya” imbuhnya dengan senang.

Belajar tidak hanya diruang kelas, guna menumbuhkan rasa percaya diri serta mampu beradaptasi dengan lingkungan.

 

 

(Kamis, 18/10/2018). Homeschooling Primagama BSD-Tangerang Selatan mengadakan parents meeting yang bertajuk “Mengetahui Minat dan Bakat Melalui DMI”. Acara Yang digelar di kafe sector 12 BSD ini dipandu oleh Bpk.Wahyono Bintarto, M.Pd selaku konsultan layanan PT.DMI Indonesia.

Tika Dian Pangastuti selaku Kepala Sekolah Homeschooling Primagama BSD menjelaskan adapun tujuan dari kegiatan ini untuk menjalin komunikasi dengan para orang tua siswa khususnya dalam mengenali minat dan bakat putra/i untuk menunjang keberhasilan proses belajar dan dapat memberi pendidikan yang  tepat bagi anak-anak.

Tika Dian Pangastuti selaku Kepala Sekolah Homeschooling Primagama BSD mengatakan, kegiatan ini selain sebagai ajang silaturahmi antar orang tua dan guru, juga bertujuan untuk memberi masukan kepada orang tua pentingnya mengetahui minat dan bakat dan minat anak agar bisa memberi pendidikan yang tepat bagi anak-anak.

“Karena pola pendidikan Homeschooling membutuhkan lebih banyak perhatian orang tua agar anak bisa cepat memahami pelajaran dan mampu beradaptasi dengan baik di dalam komunitasnya,” jelas Tika.

                                                                

Tari, salah satu orang tua dari Ayya siswi kelas 5 Homeschooling Primagama BSD, Mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab pertemuan ini sangat bermanfaat baginya, khususnya dengan adanya penyampaian materi tentang minat dan bakat anak, serta panduan pendidikan yang pas bagi anak-anak.

Meski memilih Homeschooling, anak-anaknya masih bisa bersosialisasi dan berteman dengan teman sebayanya.

“Anak-anak saya awalnya sekolah full day seperti anak-anak pada umumnya, karena sering merasa lelah dan kewalahan dengan jadwal sekolah umum yang padat, akhirnya saya memilih homeschooling untuk pendidikan anak-anak. Hasilnya, Alhamdulilah anak saya merasa lebih nyaman. Namun demikian, anak saya masih bisa berteman, karena saya memilih homeschooling komunitas yang belajarnya di sekolah bukan di rumah,” tutup Tari.

HSPG PRIMAGAMA BSD dan Bapak/Ibu DKPP Tangsel

Pada Hari Senin, 15 Oktober 2018. Siswa-siswi Sekolah Dasar dari Homeschooling Primagama BSD berkunjung ke Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan ( DKPP) Kota Tangerang Selatan yang bertempat di Jln. Letnan Soetopo Kav 1 No. 1 Sektor 1.1 BSD City.

Pada kunjungan kali ini, Pihak DKPP sangat antusias menyambut dan mengenalkan kepada siswa-siswa megenai tanaman Hortikultura berupa sayur mayur dan buah-buahan. Mereka memberikan banyak pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman dan cara menanamnya dari peletakan benih hingga proses pemetikannya.

Siswa-siswa di ajak berkeliling perkebunan dengan berjalan kaki. Rasa antusias dan ceria berkembang diwajah para siswa dan guru. Siswa juga diajak bercengkrama aktif dalam bertanya dan menjawab mengenai hal-hal yang belum mereka ketahui. Selain mengenal berbagai jenis tumbuhan, Pihak DKPP juga mengajak ke lokasi perternakan yang berada disisi sebelah Barat kantor DKPP. Pertama, siswa diajak mengenal tentang Kambing Hibrid Boreno. Kambing yang merupakan persilangan dengan domba. Kambing ini memiliki bentuk dan ukuran yang lebih besar daripada umumya dengan bulu yang lebat. Siswa yang merasa awalnya takut menjadi penasaran dan berani menyentuh sambil memberi makan hewan ini.

Perternakan lain yang dimiliki oleh DKPP Tangsel ini adalah berbagai jenis ikan seperti : Ikan Lele, ikan Mas, ikan Mujaer, ikan Bawal, ikan Nila, dan Ikan Sidat. Ikan yang ditunjukan kepada kami berupa anakan dan indukannya. Anak-anak diberikan panganan sendiri-sendiri ditangan mereka yang kemudian memberikan secara langsung kepada ikan yang ada. Ikan yang sangat membuat anak-anak penasaran ialah Ikan Sidat. Ikan yang mirip belut tetapi memiliki bentuk kepala yang menyerupai ular ketika muncul ke permukaan.

Setelah puas berkeliling, anak-anak diajarkan tentang bagaimana cara menanam Sawi dengan baik dan benar. Kegiatan penanaman diawali dengan menggali lahan dengan kayu, meletakkan benih, hingga proses penyiraman. Mereka melakukan kegiatan ini sendiri-sendiri sehingga diharapkan praktek menanam sayuran ini dapat dilakukan oleh mereka dirumah bersama orangtua.

Akhir dari kegiatan eksplorasi DKPP ini adalah siswa diajak me-review kembali tentang apa saja yang telah mereka pelajari di DKPP ini. Walaupun cuaca panas, namun tidak menutupi rasa antusias siswa untuk belajar bersama alam. Tak lupa, antara pihak DKPP dan Homeschooling Primagama memberikan cinderamata berupa plakat dan bibit tanaman cabai rawit yang dapat ditanam oleh mereka dirumah.

By : Ririn Munawarah.

Sharing is Caring

Homeschooling Primagama BSD

Homeschooling Primagama BSD, menanamkan jiwa sosial kepada para pelajarnya dengan cara mengajarkan berbagi terhadap sesama di Taman Perdamaian, BSD, serpong, Jumat (12/10/2018).

Pantauan awak media di lapangan, sejumlah pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tersebut mengelilingi Taman Perdamaian membagikan satu – per satu nasi box dengan ikhlas kepada masyarakat sekitar. Box dibagikan kepada anak-anak, orang dewasa hingga orangtua yang sedang beraktivitas lingkungan tersebut.

Tika Dian Pangastuti selaku Kepala Sekolah Homeschooling Primagama saat diwawancara awak media menjelaskan, kegiatan berbagi ini merupakan program rutin sekolahnya yang dilakukan setiap hati Jumat yang bertujuan untuk melatih para siswanya agar terbiasa melakukan kegiatan bersosial dalam kehidupan sehari-harinya dengan berbagi bersama untuk menumbuhkan nilai keikhlasan dalam berbagi. Selain itu mereka juga tanpa disadari dilatih untuk menjadi anak yang pemberani dan disiplin terhadap waktu.

“Makanan yang disiapkan sebanyak 40 porsi, untuk kegiatan diluar seperti ini untuk biayanya difasilitasi dari sekolah namun ada juga dana sumbangan dari para orangtua. Untuk lokasi kegiatan kita semgaja memilih di Taman Perdamaian karena tempat ini setrategis dan banyak orang orang berkumpul disini dan selain disini, kita juga kadang di Taman Kota 1, Taman Kota 2 dan di Tandon Ciater,” jelasnya.

Tika mengatakan, Homeschooling Primagama sama halnya dengan sekolah nonformal pada umumnya. Namun pembedanya adalah homeschooling Primagama belajarnya lebih memfokuskan ke pendekatan psikologi peserta didiknya yang dikuatkan dengan langsung terjun ke masyarakat seperti ini.
“Dan kita juga mengutamakan mengajarkan nilai kerakter dan kebudayaan,” tambahnya.

Kegiatan belajar mengajar berbagi tersebut mendapat penilaian positif dari masyarakat sekitar, salah satunya Edy Rusmono selaku Pengelollah Gedung Bulu Tangkis disekitar Taman Perdamaian.

“Menurut saya bagus sekali ya, anak anak diusia dini sudah diajarkan berbagi, karena jaman sekarangkan tau sendiri pengaruh dari teknologi kadang-kadang membuat orang cuek, anak anak sekarang kan banyak yang cuek, tapi kalau orang tua sudah melatih anaknya dari usia dini mudah mudahan mereka akan ingat dan peduli kepada lingkungannya,” katanya.

“Saya berharap mudah mudahan mereka menjadi anak anak yang peduli dan tidak cuek, dan kalau bisa kegiatan ini dilakukan terus-menerus, paling tidak sebulan sekali biar dia ingat terus, karena jarang sekali kegiatan seperti ini,” ujar Edy.

Sementara salah satu walimurid Febi merasa senang melihat anaknya berbagi kepada orang lain. “Senang banget, mereka juga ada kepeduliannya kepada lingkungan dan itu bukan hanya didalam ruangan saja tapi di praktikan diluar lingkungan seperti ini,” tuturnya.

Ia mengaku, dirinya memilih pendidikannya di Homeschooling untuk memberikan rasa nyaman terhadap anaknya dalam mengenyam pendidikan karena menurutnya di Homschooling gurunya ramah, anaknya lebih diperhatikan, serta pelajarannya juga dipantau sampai anak mengerti dan bisa.

“Dan gurunya itu menganggap anak-anak ini seperti anaknya sendiri, kasih sayangnya lebih, jadi sebagai orang tua merasa nyaman dan merasa aman dari rasa takut dibuli,” tukasnya.

Courtesy : Tangerangonline.id

Pada hari Jumat 28 Oktober 2016 yang lalu, Homeschooling Primagama Tangerang Selatan – BSD (HSPG Tangsel) kembali mengadakan kegiatan komunitas dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda.

Tanggal 28 Oktober 1928 adalah hari yang bersejarah bagi persatuan pemuda dan pemudi Bangsa Indonesia, saat memperjuangkan kemerdekaan dan membangun semangat nasionalisme pada saat itu.

Semangat itu dihidupkan kembali sebagai ajang refleksi siswa – siswi Homeschooling Primagama BSD Tangerang Selatan, untuk memupuk semangat Nasionalisme, Kebangsaan, dan sekaligus mendapatkan pembelajaran dari sejarah perjuangan pemuda-pemudi Indonesia saat itu.

Kegiatan komunitas ini diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya secara khidmat dan serentak, pembacaan Puisi, dan diskusi tentang sejarah Bangsa Indonesia. Tidak ketinggalan juga kuis berhadiah mengenai pengetahuan sejarah Indonesia, dan ditutup dengan lagu mengheningkan cipta. Kegiatan ini dimentori oleh Ayu Oktaviani, seoarang mahasiswi yang tergabung dalam Komunitas pemerhati anak pinggiran Jakarta.

Memperingati hari Sumpah Pemuda bukan hanya sekedar mengetahui janji Kebangsaan yang diucapkan oleh pemuda-pemudi saat itu. Namun lebih kepada bagaimana membangun karakter Bangsa, yang dimulai dari diri sendiri.

Membangun karakter diri bisa dimulai dari hal ringan seperti disiplin waktu, serta mampu membagi waktu antara bermain dengan waktu belajar, ibadah, melakukan kegiatan sosial, dan sebagainya.

Demikian juga dengan perlunya selalu melatih sopan santun dan kejujuran dimanapun dan dalam situasi apapun. Dengan kejujuran, langkah ke depan akan selalu dilandasi dengan keberkahan, dan rasa tanggung jawab terhadap kehidupan sosial dan bermasyarakat.

Inilah yang kemudian diharapkan menjadi sumpah dalam diri pemuda-pemudi saat ini, khususnya para siswa Homeschooling Primagama BSD, untuk melakukan perubahan dari hal-hal kecil dari dalam diri mereka sendiri.

Dengan perubahan-perubahan kecil yang dimulai dari diri sendiri ini, diharapkan mereka dapat berbuat lebih banyak untuk masyarakat, lingkungan, dan bagi Bangsa Indonesia di masa mendatang. Ini akan menjadi sesuatu yang sangat luar biasa bagi para pelajar jika mampu melakukan hal-hal seperti itu.

Banyak hal positif yang harus dapat kita berikan untuk Bangsa ini. Memupuk kerukunan Bangsa bisa dimulai dengan hidup rukun antar teman. Tidak membeda-bedakan pertemanan, dan saling mengasihi sesama.

Kepedulian sosial bermasyarakat dapat dimulai dengan menjaga kebersihan lingkungan, atau membiasakan bergotong royong mengerjakan hal-hal positif sesuai dengan ciri asli bangsa Indonesia.

Ditengah arus kuat globalisasi saat ini, sebagai pelajar harus bercermin pada momentum Sumpah Pemuda untuk terus senantiasa melakukan yang terbaik melalui prestasi, sikap positif dan kemandirian. Karena itulah yang kita kehendaki untuk kemajuan Indonesia di masa depan.

Bersatulah para pelajar. Kembangkan kreatifitas kalian untuk Negeri Indonesia tercinta.

 

 

 

 

 

 

 

Pada era informasi ini , kita banjir informasi,  apapun bisa kita dapatkan secara cepat, lewat internet dan sosial media. Cara orang membaca berita pun kini sudah berubah. Awalnya orang-orang membaca berita lewat koran, dan sekarang orang lebih suka membaca berita lewat media online.

Atau stalking dari status yang terdapat di berbagai media sosial, seperti : facebook, twitter, instagram, path, dan lain sebagainya.

Teknologi internet semakin hari semakin berkembang. Dan kalian para remaja, biasanya selalu menjadi yang pertama mencoba berbagai produk dan jasa yang ditawarkan lewat internet.

Dari mulai aplikasi chatting sampai belanja online, dan tentu saja jejaring media sosial, dari mulai Facebook, twitter, sampai seperti yang baru seperti Bigo dan sebagainya.

Akses ke jejaring media sosial sudah menjadi keseharian yang akrab di kalangan remaja. Melalui smartphone, anda dengan mudah terhubung dengan dunia. Bahkan menurut data dari Kominfo, mayoritas pengguna media sosial di Indonesia adalah kalian yang berusia antara 15 – 19 tahun, 80% dari total 79 juta jumlah pengguna media sosial di Indonesia.

Bayangkan, sekitar 63 juta pengguna media sosial adalah kalian yang berumur antara 15 – 19 tahun. Pertanyaannya, sudahkah kalian mengetahui cara menggunakan media sosial dan internet dengan aman?  

menggunakan media sosial

Nah, berikut ini adalah 10 tips bagi kalian untuk menggunakan sosial media dengan aman.

  1. Gunakanlah username yang mewakili diri 

Usename adalah identitas yang kalian gunakan untuk login ke akun sosial media. Gunakanlah username yang mewakili nama dan memudahkan orang untuk mengingat nama, dan memudahkan mesin pencari merangkum postingan kalian.

  1. Pelajari kebijakan privasi ketentuan akun media sosial

Mempelajari kebijakan privasi dan ketentuan akun media sosial adalah sangat penting, karena ini menyangkut keamanan diri kalian sebagai pengguna. Klik link layanan dan ketentuan pada situs media sosial tersebut, untuk mengetahui konsekuensi dari pemakaian media sosial tersebut, terkait dengan layanan yang mereka berikan dan informasi pribadi yang kalian cantumkan di situ.

  1. Pentingkah untuk tetap masuk?

Bila mengakses facebook, twitter, email, atau apapun layanan yang membutuhkan username dan password untuk login ke akun kalian, maka perhatikan ini. Khususnya kalau dilakukan dari komputer yang dipakai banyak orang, misalnya di warnet. Selalu pastikan kalian TIDAK MENCENTANG kotak cek “Biarkan saya tetap masuk” pada saat login ke akun kalian tersebut.

Ini hal yang kelihatannya sepele, dan mungkin kadang tidak menjadi perhatian. Namun jika orang lain berhasil membuka akun sosial media kalian, mereka akan meng-hack akun tersebut, melakukan hal yang memalukan, dan merugikan.

  1. Membatasi Informasi di profil

Batasi informasi yang terdapat di profil akun media sosial kalian, jangan memberikan informasi terlalu detail, apalagi kalau bisa dilihat oleh semua pengguna (public). Berhati-hatilah, karena informasi ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab jika mereka mengetahui persis nomor telepon, alamat rumah, dan hal-hal pribadi yang berhubungan dengan kalian.

  1. Sosial media adalah perpanjangan tangan di dunia maya

Jadikanlah akun sosial media sebagai perpanjangan tangan kalian di dunia maya. Bertemanlah dengan orang-orang yang benar-benar sudah kalian kenal, dan bertemanlah dengan orang-orang yang ingin kalian kenal.

Bertemanlah dengan akun sosial Presiden Jokowi, artis favorit kalian, motivator, dan orang-orang lain yang menarik perhatian kalian. Pilihlah teman-teman yang memiliki energi positif untuk kebaikan diri kalian.

  1. Postinglah sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain

Postinglah sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain, tuliskan kutipan dari buku menarik yang kalian baca, kiat blogging, kiat menulis kreatif, dan hal-hal lain yang mencerahkan. Jadilah inspirasi bagi orang lain.

  1. Cantumkan sumber ketika membuat postingan, perhatikan hak cipta orang lain

Bacalah secara teliti setiap postingan menarik yang kalian temukan, dan sebarkan kepada teman-teman kalian dengan mencantumkan sumber tulisan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak cipta orang lain.

  1. Kenalilah siapa saja yang ada di jaringan pertemanan 

Kenalilah siapa saja yang ada di jaringan pertemanan kalian, sapa dan ajak mereka berkomunikasi dengan bahasa yang santun. Kelompokkan mereka dalam kelompok-kelompok teman sesuai kriteria, untuk memudahkan kalian menyapa mereka. Misalnya : teman sekolah, teman blogging, teman baru, dan lain sebagainya.

  1. Jadikan sosial media sebagai etalase karya 

Jadikan sosial media sebagai etalase karya, postinglah link artikel yang berhasil kalian tulis di media online. Postinglah live tweet tentang seminar yang kalian ikuti, dan tautkan link blogging kalian di akun sosial media. Sehingga setiap kali melakukan posting,  judul postingan kalian berikut linknya akan muncul di akun sosial media secara otomatis.

  1. Akses situs sosial media dengan awalan https://

Akses  sosial media yang berawalan https:// menunjukkan bahwa data profil kalian aman dan terlindung dari kemungkinan pencurian informasi selama berselancar di dunia maya. Dan jangan lupa untuk mengganti pasword secara periodik dan selalu log out setelah mengakses akun sosial media kalian.

Selamat berselancar dan bersahabat di dunia maya. Sesekali kunjungi teman-teman kalian di dunia maya secara nyata. Hampiri dan ajak mereka ngobrol sambil minum kopi.

Memiliki satu sahabat di dunia nyata lebih membahagiakan daripada seribu sahabat di dunia maya. Karena satu sahabat di dunia nyata akan selalu ada saat kalian membutuhkannya.

 

Pendidikan memang menjadi salah satu faktor yang bisa mendukung kesuksesan seseorang di masa depannya. Meskipun bukanlah yang pasti, tapi kecenderungan orang untuk menggapai pendidikan tinggi menjadi pertanda bahwa pendidikan adalah hal yang penting.

Pendidikan sendiri saat ini ada beragam jenis yang bisa dipilih seperti pendidikan formal, nonformal dan informal. Berkaitan dengan perihal kesuksesan tadi tentu saja tidak hanya pendidikan formal saja yang bisa membawa seseorang pada jalur suskes.

Sebab dengan pilihan jalur pendidikan non formal seperti Homeschooling misalnya, seseorang juga memiliki peluang yang sama untuk mencapai kesuksesan.

Nah, Jika anda masih ragu atau belum percaya, berikut ini adalah beberapa tokoh berpengaruh di dunia yang menjalani Homeschooling pada usia sekolah mereka dahulu.

 

Tokoh Berpengaruh di Dunia Yang Menjalani Homeschooling agatha christie

Photo by Bruce Stokes

  1. Agatha Christie, Novelis dan Penulis Ternama Dunia

Bagi para pecinta sastra dan literasi, tentu sudah tidak asing lagi dengan sosok Agatha Christie. Penulis dan novelis misteri ternama dunia asal Inggris ini memang menjalani pendidikannya secara mandiri di rumah dalam konsep Homeschooling.

Agatha kecil diketahui adalah sosok sangat pemalu. Maka dari itu ibunya kemudian memutuskan untuk mendidik secara Homeschooling di rumahnya. Tak salah, dengan pendidikan Homeschooling ini maka Agatha mampu tumbuh jadi sosok yang suskes sebagai penulis dengan novel detektif terlaris sepanjang masa dari Inggris.

 

  1. Pearl S. Buck, Penulis The Good Earth

Tokoh suskes berikutnya yang lahir dari pendidikan Homeschooling adalah Pearl S. Buck. Penulis buku The Good Earth asal Amerika ini sendiri memang telah dididik oleh orangtuanya secara mandiri di rumah dengan metode Homeschooling di China sejak usia tiga bulan.

Dengan pendidikan Homeschooling ini Pearl S. Buck justru menemukan jati dinya sebagai penulis.

Dalam karirnya, Pearl tumbuh menjadi penulis ternama dengan pencapaian luar biasa seperti mendapatkan penghargaan Pulitzer yaitu penghargaan tertinggi dalam bidang jurnalisme cetak di Amerika Serikat.

Selain itu, Peral S. Buck juga pernah menerima penghargaan nobel sastra di tahun 1938.

 

  1. Alexander Graham Bell, Penemu Telepon

Nama yang satu ini tentu banyak orang mengenalnya, yaitu penemu telepon Alexander Graham Bell. Penemuannya yang sangat berguna bagi umat manusia sekarang diilhami dari ibunya yang mendidiknya di rumah secara Homeschooling.

Ya, saat itu ketika ibunya kehilangan pendengaran, pria kelahiran Skotlandia ini kemudian melakukan penelitian pada bunyi dan suara di rumahnya. Nah dari penelitiannya tersebut akhirnya muncul mahakarya alat komunikasi telepon.

 

thomas alva edison Tokoh Berpengaruh di Dunia Yang Menjalani Homeschooling

  1. Thomas Alva Edison, Penemu Bola Lampu

Selanjutnya, tokoh berpengaruh di dunia yang menjalani Homeschooling adalah Thomas Alva Edison. Penemu bola lampu asal Amerika ini sendiri adalah pengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) yang memang butuh penanganan khusus.

Maka dari itu ibunya kemudian memilih pendidikan Homeschooling untuk Thomas. Sebenarnya Thomas pernah mengenyam pendidikan formal, namun sayang di sekolah umum itu Thomas hanya bertahan tiga bulan karena dianggap tidak mampu.

Untungnya pilihan Ibunya pada pendidikan Homeschooling sangatlah tepat. Sebab dengan pendidikan sekolah rumah ini Thomas jadi merasa nyaman. Setelah itu Thomas pun mampu menjadi seorang penemu besar dunia yang menginspirasi banyak orang.

 

 

  1. Woodrow Wilson, Presiden Amerika Serikat ke-28

Tidak hanya penulis dan penemu, tokoh sukses dari pendidikan Homeschooling juga adalah seorang presiden. Sebut saja Presiden Amerika ke-28 yaitu Woodrow Wilson.

Woodrow Wilson kecil adalah sosok yang sulit belajar bahkan belum bisa membaca hingga di usia 12 tahun. Dari sini ayahnya memahami karakter Woodrow dan kemudian memilih pendidikan Homescooling untuknya.

Dari pendidikan sekolah rumah inilah bakat Woodrow sebagai politisi muncul dan akhirnya sukses menjadi Presiden Amerika Serikat di tahun 1913-1921. Selain menjadi Presiden Amerika Serikat ke-28, Woodrow juga mampu menerima Nobel perdamaian 1919 dan juga mempelopori berdirinya PBB.

Dari sedikit contoh tentang keberhasilan beberapa tokoh berpengaruh di dunia yang menjalani Homeschooling di atas, diharapkan orang tua tidak ragu untuk menerapkan model pendidikan ini kepada putra-putrinya.

Karena dengan Homeschooling ini, bakat dan minat anak yang berbeda-beda akan dapat dikembangkan secara lebih optimal dan terarah sehingga potensi diri terbesar mereka dapat digali dan dikembangkan dengan sebaik-baiknya.

Kegiatan Keagamaan di Homeschooling Primagama BSD

Kegiatan keagamaan di Homeschooling Primagama BSD Tangerang Selatan juga menjadi aktifitas rutin terjadwal untuk para siswa.

Kegiatan keagamaan tersebut biasanya masuk dalam program belajar mengajar yang dilakukan secara bersama dalam kelas komunitas.

Melalui kegiatan keagamaan dalam kelas komunitas ini, siswa diharapkan bisa menjadi generasi yang bertakwa, mampu menjalin sikap kebersamaan, sikap gotong royong, menumbuhkan sifat sosial dan menjadi pribadi yang humanis.

Menurut Nina Fitriah, salah satu pengasuh kelas komunitas keagamaan di Homeschooling Primagama Tangerang Selatan, kegiatan tersebut biasanya dilakukan pada hari Jumat, atau sebelum Ujian Tengah Semester (UTS).

Agenda komunitas keagamaan ini biasanya berupa tadarus Al-Quran, praktik Sholat, hafalan surat-surat pendek, ataupun tausiyah mengenai kehidupan yang jujur dan bertanggung jawab.

Sepanjang pembelajaran, siswa didorong turut aktif sebagai bentuk partisipasi positif untuk pembangunan mental dan karakter ke arah yang lebih baik.

Siswa juga menyambut dengan baik aktifitas tersebut, dimana mereka merasa sangat senang dan berharap setiap bulan bisa bergabung dalam kelas komunitas keagamaan ini.

Melalui kegiatan komunitas keagamaan, siswa Homeschooling Primagama BSD Tangerang Selatan diharapkan tidak hanya mengejar formalitas nilai, namun juga belajar membangun dan menerapkan nilai-nilai luhur yang berlandaskan keyakinan masing-masing sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional.

Secara umum, kegiatan dalam kelas komunitas biasa dilakukan pada setiap hari Jumat dengan kegiatan yang beragam. bukan hanya belajar agama.

Kegiatan lain dalam kelas tersebut diantaranya adalah kegiatan berkesenian, belajar sambil berkunjung ke museum, dan lain sebagainya yang dilakukan secara bergantian dan terjadwal sehingga siswa selalu excited dengan setiap aktifitas yang dilakukan.

Pada intinya, kelas komunitas diselenggarakan secara rutin sebagai ajang silaturahim, bersosialisasi, dan menjalin keakraban antar siswa Homeschooling Primagama BSD Tangerang Selatan.

Dengan keakraban yang terjalin, siswa diharapkan memiliki ikatan emosional persahabatan yang kuat dan tulus satu dengan yang lain, dan diharapkan persahabatan dan jalinan komunikasi tersebut bisa berlanjut selamanya.

Banyak kesan dari sebagian pihak yang  menganggap bahwa siswa Homeschooling itu kurang bisa bersosialisasi.

Namun anggapan ini terpatahkan dengan sendirinya oleh Homeschooling Primagama, salah satunya melalui kegiatan bersama dalam kelas komunitas ini.

 

 

Charry Inayah (siswa kelas 6 SD Program Belajar Mandiri) Homeschooling Primagama Tangerang Selatan.

Dalam testimoninya belajar di HSPG Tangerang Selatan, Charry  menyatakan sebagai berikut:

“saya merasa dibimbing perihal membagi waktu, antara jadwal les dan sekolah, meskipun saya mengambil program mandiri. Buat saya sangat membantu untuk kesuksesan saya.”

error: Content is protected !!